Global warming adalah peningkatan temperatur global yang diperkirakan akan menyebabkan perubahan-perubahan seperti naiknya permukaan air laut, perubahan cuaca yang ekstrim, dan perubahan iklim. Salah satu penyebab global warming adalah polusi udara. Meningkatnya jumlah kendaraan bermotor dari tahun ke tahun menunjukkan bahwa polusi udara pun semakin meningkat. Salah satu universitas yang melakukan kampanye sepeda untuk mengurangi global warming adalah Universitas Pembangunan Jaya. Hal ini dibuktikan dengan adanya kampanye dibuatnya eco comunity oleh semua prodi. Program itu dilaksanakan dalam rangka menggalakkan budaya bersepeda di kalangan kampus, mahasiswa, dosen dan karyawan di lingkungan UPJ. .Hal ini dikarenakan salah satu komitmen dari mahasiswa UPJ angkatan 2011 sampai 2014 adalah kesanggupan untuk tidak menggunakan kendaraan bermotor ke kampus. Universitas mendukung komitmen mahasiswanya agar kampus UPJ menjadi lingkungan yang nyaman untuk proses pembelajaran.
Saya akan menghubungkan dengan Teori Disonansi Kognitif :
1. Teori Disonansi Kognitif (West, 2007)
Dalam Teori Disonansi Kognitif dinyatakan bahwa disonansi kognitif merupakan perasaan ketidaknyamanan yang diakibatkan oleh sikap, pemikiran, dan perilaku yang tidak konsisten. Sikap, pemikiran, dan perilaku yang tidak konsisten ini akan berakibat pada mulainya disonansi dan menimbulkan rangsangan yang tidak menyenangkan. Perasaan tidak menyenangkan ini dapat dikurangi dengan perubahan yang menghilangkan inkonsistensi. Teori ini berpendapat bahwa disonansi akan memotivasi orang untuk mengambil langkah demi mengurangi ketidaknyamanan. Oleh karena itu ketika sikap, keyakinan, dan perilaku seseorang tidak konsisten maka orang itu akan merasa disonan.
Teori Disonansi Kognitif membedakan antara situasi yang menghasilkan lebih banyak disonansi dan situasi yang menghasilkan lebih sedikit disonansi. Hal ini ditunjukkan dengan adanya konsep tingkat disonansi yang merujuk pada jumlah kuantitatif disonansi yang dialami seseorang. Tingkat disonansi akan menentukan seberapa besar seseorang merasa disonan. Tingkat disonansi juga akan menentukan tindakan yang akan diambil seseorang dan kognisi yang mungkin digunakan untuk mengurangi disonansi.
Kampanye merupakan salah satu bentuk persuasi yang berisi serangkaian pesan dan bertujuan untuk merubah perilaku masyarakat. Kampanye dilakukan dalam periode waktu yang relatif panjang dan bertahap serta dengan beragam metode. Ketika seseorang menerima pesan persuasi dari kampanye yang inkonsisten dengan keyakinan, sikap, dan perilakunya, maka orang itu akan merasa disonan. Dalam kampanye Sepeda Hijau yang dilakukan oleh UPJ, terlihat beberapa kalimat kampanye belum menimbulkan inkonsistentensi atau disonansi pada mahasiswa maupun civitas yang menggunakan sepeda motor maupun mobil. Dengan dibagikanya brosur dan dipasangnya spanduk eco comunity yg lingkungan hijau dengan bersepeda. Dari hasil spanduk atau 50 % responden sangat sering mambaca spanduk mengenai kegiatan bersepeda. Selanjutnya, 35% responden sering membaca spanduk mengenai kegiatan bersepeda, 15% responden jarang membaca spanduk mengenai kegiatan bersepeda
Brosur menunjukkan bahwa 10 %responden sangat sering mendapatkan brosur mengenai kegiatan bersepeda. Selanjutnya, 70% responden sering mendapatkan brosur mengenai kegiatan bersepeda, 20% responden jarang mendapatkan brosur mengenai kegiatan bersepeda.
Dari hasil tersebut, terlihat bahwa untuk brosur dan spanduk sudah cukup banyak, namun untuk kegiatan bersepeda masih kurang. Hal ini perlu dicermati mengingat kegiatan bersepeda bersama menjadi salah satu awal untuk mengajak mahasiswa mencoba bersepeda di kampus.


