Teori merupakan landasan akademis dari setiap disiplin Ilmu. Ada bebrapa hal yang menguatkan argumen tersebut, yaitu:
Teori merupakan alat untuk mengorganisasikan pemahaman kita mengenai dunia. Hal tersebut kita tidak melihat dunia dalam bentuk data bits, namun dalam bentuk informasi yang telah tersusun dan tersintesis. Dengan teori-teori, kita mampu untuk menemukan pola dan merumuskan hubungan antara informasi-informasi tentang dunia. Dengan demikian, teori-teori merupakan bentuk pengetahuan yang terakumulasikan.
Teori memfokuskan perhatian kita pada variabel-variabel dan hubungan-hubungan yang penting. Teori-teori menjadi suatu peta dan panduan bagi kita untuk bisa menginterpretasi, menjelaskan dan memahami kompleksitas dari hubungan manusia dan kejadian-kejadian yang terjadi. Oleh karena itu, teori juga dapat membantu kita untuk memprediksi hasil atau efek dari data-data.
Ada beberapa karakteristik teori, yaitu:
Teori merupakan abstraksi
Teori mereduksi pengalaman-pengalaman menjadi suatu set kategori yang terfokus pada suatu hal tertentu yang spesifik dan tidak mampu menjelaskan keseluruhan realitas yang terjadi. Tidak ada satupun teori yang mampu mengcover keseluruhan realitas.
Teori merupakan konstruksi
Teori merepresentasikan berbagai macam pandangan pencipta teori tentang hal-hal yang terjadi di sekitar. Teori tidak merefleksikan realitas. Oleh karena itu, kenyataan seperti apapun dapat dikemukakan dalam berbagai macam cara tergantung pada orientasi pencipta teori tersebut.
Teori sangat terkait dengan aksi
Teori melandasi bagaimana kita berpikir dan berperilaku. Sedangkan teori merupakan struktur pemahaman terhadap hal-hal yang kita lakukan. Oleh karena itu, keduanya saling terkait dan tidak terpisahkan.
Dalam mata kuliah Dasar-dasar Teori Komunikasi, akan dipelajari lebih mendalam lagi beragam proses penyampaian dan pertukaran pesan, dan ini berkaitan erat dengan media yang digunakan dalam prosesnya. Sebut saja jika komunikasi itu menggunakan media face to face, atau menggunakan media massa.
Dalam komunikasi, kita mengenal banyak kondisi di mana komunikator menggunakan media yang berbeda dalam menghadapi berbagai jumlah komunikan, dan disertai tujuan komunikasi yang berbeda pula. Jika komunikator menginginkan self-disclosure dengan seseorang, maka dia perlu menerapkan metode-metode dalam teori komunikasi interpersonal. Sebaliknya, jika komunikator berkeinginan untuk menjalankan sebuah sistem kelompok, dengan tujuan yang akan dicapai bersama, maka dia akan memegang teguh prinsip-prinsip komunikasi kelompok.
Teori-teori itu disebut Teori Kontekstual, yang antara lain:
a. Intrapersonal Communication, yaitu interaksi dengan diri pribadi, yang sering terjadi ketika kita mempertimbangkan suatu hal. Interpersonal Communication mungkin terjadi karena setiap manusia memiliki dua hal yang bertentangan dalam dirinya yaitu ego dan nurani.
b. Interpersonal Communication, yaitu pertukaran pesan yang dilakukan dua orang yang sejajar, dan tidak lebih, di mana tujuan utamanya adalah self-disclosure. Pesan yang terdapat dalam komunikasi ini sifatnya pribadi, dan proses penyampaiannya lebih efektif melalui tatap muka secara langsung, meski dalam abad revolusi komunikasi saat ini, teknologi membolehkan terjadinya interpersonal communication, melalui telepon atau perbincangan (chat) di internet, dll.
c. Group Communication, yaitu pertukaran pesan dalam kelompok manusia yang sejajar dan berjumlah tiga hingga lima belas orang, yang saling berinteraksi dalam jangka waktu yang lama sehingga terjadi interdependensi dan menjadikan mereka memiliki tujuan yang sama.
d. Organizational Communication, adalah pertukaran pesan dalam organisasi, yaitu kelompok berstruktur. Terdapat aturan di dalamnya. Dan mereka melakukan interaksi yang terus-menerus demi tujuan utama sebuah organisasi: eksistensi.
e. Mass Communication, yaitu proses penyampaian pesan dari sebuah lembaga dengan masyarakat anonim yang heterogen sehingga pesannya bersifat umum dan cenderung bersifat satu arah, one way communication. Dalam komunikasi massa, tidak terjadi feedback/ umpan balik dan komunikasi massa senantiasa menggunakan teknologi.
f. Intercultural Communication, adalah pertukaran pesan antarkebudayaan.
1. TEORI UMUM
a. Teori-teori Fungsional & Struktural
Teori fungsional adalh teori yang asalnya adalah Biologi, teori ini menekankan pada bagaimana mengorganisir & mempertahankan sistem. Sementara teori struktural yang berasal dari ilmu linguistik berbicara tentang fakta bahwa seorang pengamat adalah bagian dari struktur, sehingga cara pandangnya juga akan dipengaruhi oleh struktur di luar dirinya. Teori struktural menekankan kajiannya pada bagaimana mengorganisir bahasa dan sistem sosial.
b. Teori-teori Behavioral & Kognitif
Dikenal juga sebagai tori tingkah laku dan teori pengetahuan. Teori-teori ini berkembang dari ilmu-ilmu pengetahuan behavioral dan aliran-aliran psikologi. Oleh karena itu, sifatnya sangat individual.
Pusat kajian teori behavioral & kognitif ini berfokus pada diri manusia secara individu. Salah satu konsep yang paling terkenal adalah teori S-R, Stimulus-Response yang menggambarkan bahwa proses informasi antara stimulus dan respon, bahwa manusia bersikap dan bertindak karena adanya stimulan. Manusia bersikap karena pengetahuannya yang dibentuk oleh lingkungan seperti lingkungan keluarga dan organisasi.
c. Teori Konvensional & Interaksional
Teori-teori ini berkembang dari aliran pendekatan interaksional simbolis, pandangan dan asumsi teori konvensional & interaksional bahwa kehidupan sosial merupakan suatu proses interaksi yang sifatnya membangun, memelihara, mengubah kebiasaan tertentu, termasuk bahasa dan simbol-simbol yang digunakan dalam komunikasi. Bahwa pengetahuan dapat ditemukan melalui metode interpretasi makna.
d. Teori Kritis dan Interpretif
Penekanan teori kritis dan interpretif terletak pada peran subjektivitas yang didasarkan pada pengalaman individual. Teori ini memandang “meaning” sebagai konsep kunci dalam teori-teori ini. Teori kritis dan interpretif dikembangkan oleh Negara-negara di Eropa, utamanya di Jerman, Frankfut School.
http://petrusandung.wordpress.com/category/dasar-dasar-teori-komunikasi/
thanks informasinya bro.
BalasHapusKomentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapusthanks bro samasama^^
BalasHapus